Wisata Kuliner Ikan Mas Arsik dan Filosofi Kebudayaan
Indonesia adalah surga wisata kuliner. Ribuan suku di Indonesia mempunya ragam makanan yang memiliki ciri khas yang berbeda. Hampir semua jenis makanan tersebut mengisyaratkan makanan yang nikmat dan sehat.Sehat, karena mengandung berbagai macam bahan dan pengolahannya yang masih membumi. Walau masih tergolong tradisional, namun kenikmatan makanan tersebut tidak kalah dengan makanan Eropa dan negara Asia lainnya.
Tentu tidak hanya rendang yang menjadi makanan kebanggan negara kita. Kita ambil contoh makanan salah satu suku di Sumatera Utara. Suku Batak. Salah satu Makanan yang terkenal di suku ini adalah Ikan Mas Arsik. Makanan ini bukan hanya nikmat, tetapi juga mengandung filosofi yang tinggi dikebudayaan Batak itu sendiri. Ikan Mas Arsik, merupakan makanan yang menggabungkan antara ikan dan sayuran dan bumbu yang tidak dimiliki oleh suku lain. Ikan Mas Arsik ini ada campuran bawang Batak dan andaliman yang menambah kekhasan dan kenikmatan, Lalu ada Kincong dan Rias, yang menambah rasa asam menggelitik. Sehingga saat masak Ikan mas arsik, kita tidak perlu lagi menambah penyedap rasa karena campuran rias dan kincong tersebut, apalagi Ikan mas arsik dimasak dengan menggunakan asam skala (asam Batak )
Ikan Mas arsik ini mengandung filosofi yang tinggi di kebudayaan Batak Toba. Karena menjadi makanan yang tidak pernah tidak ada di setiap pesta - pesta suku Batak Toba. di Suku Batak, makanan ini akan diberikan kepada pengantin pada acara pesta pernikahan. Dan pihak yang memberi kepada pengantin juga bukan pihak yanag sembarangan. Pihak yang memberikan adalah pihak yang mempunyai pengaruh penting dalam kekerabatan Batak, yaitu pihak Tulang ( Hula - hula ) dan pihak orangtua pengantin perempuan sebagai pihak hula - hula pengantin laki - laki sebagai bentuk kebahagiaan dan doa restu serta doa kebahagiaan bagi kedua pengantin yang akan memulai kehidupan yang baru.
Walau pun Makanan ini adalah makanan yang memiliki filosofi yang tinggi di kebudayaan Batak, bukan berarti kita tidak bisa menikmati jenis makanan ini di pasaran atau dirumah - rumah makan. karena Ikan Mas arsik ini juga bisa kita nikmati. Umumnya Ikan mas Arsik di jual di rumah - rumah makan Batak dan rumah makan Nasional. Hanya saja citra rasa sudah lumayan berubah jika kita menikmati Ikan Mas Arsik dirumah makan Nasional.
Saya sebagai penyuka Ikan Mas Arsik yang sudah sering menikmati makanan tersebut ingin berbagi tips bagaimana Ikan Mas Arsik yang benar - benar nikmat (menurut saya ) ;
1. Ikan Mas Arsik yang nikmat, jika dimasak dengan serai yang cukup (walau sekarang sudah jarang dilakukan karena bumbu terserap diserai)
2. Air masakan ikan harus benar - benar kering ( tetapi tidak gosong ) karena dasarnya kata arsik artinya kering.
3. Bumbu seperti Andaliman, rasa dan aromanya harus benar - benar terasa.
4. Asam dan garam harus terasa, agar ketika dicampur dengan nasi atau makanan lain, rasa ikan mas arsik dapat tetap mempertahankan kualitas rasanya.
5. Ikan Mas Arsik tidak diberi santan karena jadi berlemak dan sedikit eneg, maka untuk kegurihan harus diberi kemiri sebagai ganti santan.
Jika kita berwisata ke Sumatera Utara, maka baiknya jangan lupa menikmati wisata kuliner daerah ini terutama Ikan Mas Arsik yang unik dan memiliki nilai filosofi tinggi, sehingga dengan begitu kita juga dapat menambah wawasan kita akan kebudayaan Indonesia, bahwa dari sebuah makanan sederhana kita juga bisa memelihara kebudayaan dan adat istiadat bangsa negara kita.
Senin, 27 April 2015
Rabu, 15 April 2015
Menjadikan Sumut kawasan Pariwisata Religius
Tahun 2012, saya mengikuti perjalanan wisata ke Taman Iman Dairi. Saat itu ketepatan lebaran kedua. memang baru kali itu saya kesana. Memang, saya sudah sering mendengar cerita tentang kawasan wisata iman ini. Bahwa kawasan wisata ini banyak dikunjungi oleh semua agama Muslim, Budha, Kristen, Hindu, Khatolik dan Hindu serta Konghucu ( mohon maaf kalau salah ketik untuk saudara yang etnis Tionghoa). Saat itu saya terkejut karena satu kawasan wisata rohani bisa menyatu dengan berbagai perbedaan keyakinan. Tapi mungkin itulah salah satu kreatifitas pemikiran Pemkab Dairi menyatukan perbedaan untuk saling menghormati.
Sumatera Utara memang merupakan Provinsi yang sangat indah dan alamnya selalu menceritakan nilai - nilai kebesaran Tuhan.Hai inilah yang membuat beberapa Kabupaten di Sumatera Utara terus mengembangkan Pariwisata khususnya pariwisata Religius. Kita bisa ambil contoh tadi Taman Iman di Sidikalang Dairi.
ada beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara yang menjadi daerah tujuan Wisata Iman. Seperti Dairi dengan Taman Iman, Kabupaten Tapanuli Utara dengan Salib Kasihnya, Deli Serdang dengan Sibolangit Desa Makmurnya, Samosir dengan Pusuk Buhit dan Bukit Doanya, Kota Medan dengan Mesjid Rayanya. Dan beberapa tempat lainnya yang bisa dijadikan sebagai tempat berwisata Religius. Bukan hanya tempatnya yang Indah tetapi juga suasananya yang hening mendukung hati kita untuk melakukan relaksasi dan refleksi hubungan kita dengan Sang Pencipta, dan hubungan kita dengan alam.
Keindahan alam yang luar biasa tersebut merupakan hadiah yang besar untuk masyarakat di Sumatera Utara dan merupakan tanggung jawab Pemerintah untuk dapat memanagement dengan baik. Sekarang tinggal lagi bagaimana Pemerintah dan masyarakat menggali potensi pariwisata tersebut dan bahkan menjaga kelestarian nilai Religius yang telah menyatu dengan kebudayaan masyarakat di Sumatera Utara. Saya membayangkan bahwa Sumatera Utara menjadi tujuan wisata utama untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berwisata religius. Tidak hanya masyarakat Sumatera Utara yang menikmati tetapi juga masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai kawasan dan tujuan utama wisata Religius tentulah tidak mudah. Banyak hal yang harus dikerjakan. Antara lain adalah memperbaiki infrastruktur yang masih jauh dari kata baik. Banyak jalan - jalan yang rusak menuju kawasan wisata, pungutan resmi yang seharusnya ditiadakan, penyuluhan wisata untuk masyarakat dikawasan wisata agar bisa menjaga tata krama dan kesopanan terhadap tamu yang berkunjung, dan yang penting adalah para tamu merasa nyaman dan aman selama dikawasan wisata. Sehingga ketika para tamu melakukan meditasi, hatinya tidak terbelah konsentrasi antara terpusat kepada Tuhan atau malah was - was terhadap barang - barang berharga miliknya. Sehingga masyarakat yang mendatangi Sumatera utara bisa tersenyum sambil berkata " Sumatera Utara memang luar biasa, sudah religius, masyarakatnya juga orang jujur".
Sumatera Utara memang merupakan Provinsi yang sangat indah dan alamnya selalu menceritakan nilai - nilai kebesaran Tuhan.Hai inilah yang membuat beberapa Kabupaten di Sumatera Utara terus mengembangkan Pariwisata khususnya pariwisata Religius. Kita bisa ambil contoh tadi Taman Iman di Sidikalang Dairi.
ada beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara yang menjadi daerah tujuan Wisata Iman. Seperti Dairi dengan Taman Iman, Kabupaten Tapanuli Utara dengan Salib Kasihnya, Deli Serdang dengan Sibolangit Desa Makmurnya, Samosir dengan Pusuk Buhit dan Bukit Doanya, Kota Medan dengan Mesjid Rayanya. Dan beberapa tempat lainnya yang bisa dijadikan sebagai tempat berwisata Religius. Bukan hanya tempatnya yang Indah tetapi juga suasananya yang hening mendukung hati kita untuk melakukan relaksasi dan refleksi hubungan kita dengan Sang Pencipta, dan hubungan kita dengan alam.
Keindahan alam yang luar biasa tersebut merupakan hadiah yang besar untuk masyarakat di Sumatera Utara dan merupakan tanggung jawab Pemerintah untuk dapat memanagement dengan baik. Sekarang tinggal lagi bagaimana Pemerintah dan masyarakat menggali potensi pariwisata tersebut dan bahkan menjaga kelestarian nilai Religius yang telah menyatu dengan kebudayaan masyarakat di Sumatera Utara. Saya membayangkan bahwa Sumatera Utara menjadi tujuan wisata utama untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berwisata religius. Tidak hanya masyarakat Sumatera Utara yang menikmati tetapi juga masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai kawasan dan tujuan utama wisata Religius tentulah tidak mudah. Banyak hal yang harus dikerjakan. Antara lain adalah memperbaiki infrastruktur yang masih jauh dari kata baik. Banyak jalan - jalan yang rusak menuju kawasan wisata, pungutan resmi yang seharusnya ditiadakan, penyuluhan wisata untuk masyarakat dikawasan wisata agar bisa menjaga tata krama dan kesopanan terhadap tamu yang berkunjung, dan yang penting adalah para tamu merasa nyaman dan aman selama dikawasan wisata. Sehingga ketika para tamu melakukan meditasi, hatinya tidak terbelah konsentrasi antara terpusat kepada Tuhan atau malah was - was terhadap barang - barang berharga miliknya. Sehingga masyarakat yang mendatangi Sumatera utara bisa tersenyum sambil berkata " Sumatera Utara memang luar biasa, sudah religius, masyarakatnya juga orang jujur".
Langganan:
Postingan (Atom)